Mengenal Perbedaan Gelaran Asian Games Dan Asian Para Games 2018

Siapa sih yang gak tau Asian games ? ajang multi event olah raga terbesar di benua asia, Asian games olah raga paling bergengsi yang di selenggarakan oleh Dewan Olimpiade Asia, event akbar ini di gelar 4 tahun sekali, dan sekarang gelaran akbar ini sudah memasuki yang ke 18.

Asian games di selenggarakan di Indonesia pada tahun ini 2018, sedangkan venue yang di pilih Indonesia itu adalah di Jakarta serta Palembang, wakil presiden Jusuf Kalla menjadi Ketua dewan pengarah Asian games 2018, di bidang prestasi dan infrastruktur. Arena pertandingan di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan. Di Kompleks Olahraga yang di bangun menggelar Asian Ganes IV tahun 1962 itu, di gunakan untuk venue lapangan panahan, hoki, bisbol, dan tiga lapangan latihan ABC.

Di bidang infrasturktur adalah urusan dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mayoritas dari 14 Venue yang ada di Kawasan GBK. Sementara itu penanggung jawab penyeleanggaraan adalah menajdi tanggung jawab INASGOC, menetapakan ada 40 cabang yang akan di pertandingna di Asian Games.

Indonesia telah selesai menjadi tuan rumah Asian games dengan baik, banyak pujian untuk Indonesia, dengan pembukaan yang begitu meriah, tiket untuk opening ceremony habis terjual, karena harga tiket Asian games cukup terjangkau, begitu juga dengan closing ceremony yang tidak kalah meriahnya.

Tidak berhenti di situ, semangat Asian games berlanjut dengan Asian  Para Games 2018, Indonesia masih menjadi tuan rumah, ini untuk pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah pesta olahraga difabel tingkat asia, INAPGOC akan melanjutkan konsep area public di Kawasan Gelora Bung Karno, seperti yang di pakai ketika Asian games, tapi dengan konsep Asian para games yang lebih bersahabat dengan para disibibalitas.

Asian para games adalah kali ketiga yang telah di selenggarakan, asaian games pertama kali di gelar di Guangzhou cina yang berlangsung pada 2010, hingga kini ada 3886 atlet dari 42 negara sudah terdaftar sebagai peserta. Seluruhnya ada 18 cabang olah raga yang akan di pertandingkan dengan 568 nomor, berbeda dengan Asian games yang mempertandingkan 40 cabang olahraga dengan 463 nomor. Lebih banyak nomor Asian para games karena untuk mengklasifikasikan atlet yang bertadning sesuai dengan fisiknya.

Cabang olahraga yang di pertandingkan adalah:

  1. Panahan
  2. Atletik
  3. Badminton
  4. Boccia
  5. Bowling
  6. Catur
  7. Balap sepeda
  8. Goal ball
  9. Judo
  10. Bowling lapangan
  11. Angkat besi
  12. Shooting
  13. Renang
  14. Tenis meja
  15. Voli duduk
  16. Basket kursi roda
  17. Panahan kursi roda
  18. Tenis kursi roda

 

Indonesia mengirimkan wakil untuk semua cabang olahraga, dari cabang cabang itu ada dua cabang yang di ciptakan khusus untuk para difabel, yaitu :

  1. Boccia adalah jenis olahraga yang di mainkan di atas kursi roda dan di rancang untuk di mainkan oleh orang dengan keterbatasan dan menderita celbral palsy. Permainan ini bertujuan melemparkan bola kulit warna merah atau biru sedekat mungkin dengan target, cabang olahraga untuk difabel ini telah mejadi olahraga di ajang paralimpik sejak tahun 1984
  2. Goal ball adalah permainan yang di rancang untuk para tuna netra yang punya kekurangan dalam penglihatan, atlet yang benar benar tidak bisa melihat atau punya gangguan penglihatan, bisa bermain dalam satu pertandingan. Karena setiap atlet harus bermain dengan penutup mata

 

Indonesia adalah juara umum Asean para games pada September 2017 di kuala lumpur, dengan perolehan 236 medali emas, 75 perak dan 50 perunggu. Namun di Asian games 2018, china menjadi juara umum di kontes akbar ini, namun itu tidak mematahkan semangat para atlet untuk berjuang lebih baik di pertemuan gelaran olahraga terbesar ini

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *